Kamis, 09 Januari 2014

MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF




MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF

                                                    
Menemukan ide pokok paragraf merupakan sutau kewajiban bagi pembaca ketika mencoba menambah wawasan pengetahuannya melalui bacaan. Keterampilan menemukan ide pokok bisa dilatih dan dikembangkan secara teratur dan berkesinambungan sehingga menangkap inti bacaan atau informasi yang diterimanya menjadi tepat, akurat, dan cermat.

Inti atau ide pokok paragraf merupakan gagasan yang secara struktural maknawi membawahkan gagasan yang lain. Oleh sebab itu, ide pokok paragraf merupakan suatu konsep yang mencakup suatu konsep gagasan lainya, yang terwujud dalam kalimat-kalimat penjelas atau pendukung gagasan pokok itu berantai-berkesinambungan guna membentuk kesatuan paragraf.

Menemukan inti atau ide pokok bisa disiasati dengan mengenal tipe paragraf,  bisa dilihat dari segi pola penalarannya, paragraf bisa berbentuk tipe deduktif dan induktif. deduktif merupakan cara berpikir yang dimulai dengan rumusan pernyataan umum. Biasanya ditempatkan di awal paragraf, sedangkan kalimat-kalimat berikutnya merupakan kalimat-kalimat penjelas. 

induktif merupakan pola berpikir dengan menggunakan peristiwa atau hal-hal khusus untuk menarik kesimpulan umum. Hal-hal atau peristiwa khusus yang dimaksud adalah peristiwa-peristiwa yang sejenis, seklasifikasi, paralel, dan digunakan sebagai data yang memperkuat gagasan untuk menarik kesimpulan. 

Yang membuat pembaca bingung menentukan ide pokok adalah bila paragraf yang dibacanya bertipe naratif atau deskriptif. Ide pokok paragraf biasanya terjabarkan secara merata. Oleh sebab itu, pembaca harus pandai menemukan kata-kata kunci paragraf itu. Berdasarkan kata-kata kunci itulah kita dapat menentukan kalimat ide pokok.

Contoh Soal

(1) Isu ini seakan makin mencuat setelah pekan lalu Kanada, Haiti, Republik
Dominika, Selandia Baru, dan Australia menyatakan kewaspadaan terhadap
produk buatan China.

(2) Hal ini makin terasa mencuat lagi setelah mantan
Dirjen Pengawas Makanan dan Obatan-obatan China Zheng Xaoyu dihukum
mati Zheng yang menjabat pada instansi itu, periode 1998-2005 dianggap
berperan besar.

(3) Di masa jabatannya, ia telah meloloskan banyak
makanan dan obat-obatan palsu, serta berbahaya.

(4) Ia mendapatkan suap
sekitar Rp 7,6 miliar atas perbuatannya yang membahayakan nyawa orang.
(5) "Hukuman bagi Zheng merupakan langkah penting untuk mengatasi
persoalan besar industri farmasi," kata Chen Zhonglin, profesor hukum di
sebuah universitas di Chengu.

(6) Berpikir dua kali kini warga China berpikir
dua kali sebelum membeli produk.

(7) "Lihat warna benda ini," kata Ning
Qiyun, saat membeli saus dengan warna merah yang terlalu mencolok di
supermarket dan ”Saya kini ekstrawaspada”.

no.soal 
1-3

    1) Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
             A. mencuatnya makanan dan obatan-obatan China
             B. warga China berpikir dua kali mambeli produknya
              c. kewaspadaan terhadap produk buatan China
             D. cara meneliti makanan dan obatan-obatan China
             E.  pengawasan makanan dan obatan-obatan China

kunci,
Ide pokok merupakan hal pokok yang diungkapkan dalam paragraf.
Ide pokok juga merupakan inti keseluruhan isi paragraf. Ide pokok terdapat
pada kalimat utama yang didukung oleh kalimat-kalimat penjelas.  
Jadi, pernyataan  c, benar karena ide pokok paragraf tersebut
terdapat di awal paragraf atau pada kalimat (1), yakni  kewaspadaan
terhadap produk buatan China.  Kewaspadaan tersebut didukung lagi oleh
kalimat 6 dan 7),  yaitu kalimat (6) ”Berpikir dua kali kini warga China
berpikir dua kali sebelum membeli produk”. Kalimat (7) "Lihat warna benda
ini," kata Ning Qiyun, saat membeli saus dengan warna merah yang terlalu
mencolok di supermarket dan, ”Saya kini ekstra waspada”. Sedangkan
pernyataan A, B, D, dan E salah karena  bukan merupakan hal pokok yang
diungkapkan dalam paragraf, tetapi  hanya pernyataan berupa kalimatkalimat penjelas yang mendukung ide pokok.

Contoh menemukan ide pokok peragraf dalam suatu cerita 

                                                Menanam Padi

      Keluarga Pak Wiryo adalah keluarga yang rukun. Mereka saling
membantu dalam bekerja. Hari ini keluarga Pak Wiryo pergi ke sawah.
Mereka akan menanam padi. Pak Wiryo dibantu Bu Wiryo dan kedua
anaknya, yaitu Lina dan Teguh.

      Pak Wiryo dan Bu Wiryo menyiapkan benih yang akan ditanam.
Mereka mencabuti benih yang telah disemaikan. Agar akarnya tidak putus
mereka mencabuti dengan hati-hati. Benih yang sudah dicabuti dibawa
Teguh ke petak sawah yang akan ditanami. Setiap petak mendapat
sejumlah tumpukan benih.
      
      Setelah selesai mencabuti benih, Pak Wiryo dan Bu Wiryo menanam
benih tersebut. Teguh juga tidak mau ketinggalan. Mereka menanam benih
dengan cekatan. Sambil berjalan mundur benih itu ditanamkan. Walaupun
cuaca agak panas, mereka tetap bersemangat menanam benih.
Sementara itu, Lina menyiapkan minuman dan makanan kecil di gubuk.

      Pukul 11.00 semua beristirahat di gubuk. Lina segera melayani bapak,
ibu, dan kakaknya. Mereka makan dengan lahap karena mereka terlihat
sangat letih. Lina juga ikut makan. Dalam sekejap, hidangan yang
disediakan Lina habis. Setelah selesai makan mereka beristirahat
sebentar, kemudian kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing. Pak
Wiryo, Bu Wiryo, dan Teguh kembali menanam benih padi sedangkan
Lina membersihkan peralatan makan.

      Pukul 13.30 mereka selesai menanam benih. Setelah berkemas dan
membersihkan diri, mereka segera pulang. Teguh dan Lina sangat senang
bisa membantu pekerjaan orang tuanya. Pak Wiryo dan Bu Wiryo pun
bangga terhadap anak-anaknya.

 Ide pokok paragraf adalah pikiran utama atau inti dari suatu paragraf. Pikiran utama bisa
berupa kalimat dalam suatu paragraf.

Contoh:
Ide pokok paragraf pertama dalam bacaan yang berjudul “Menanam
Padi” adalah keluarga Pak Wiryo ingin menanam padi.
Kesimpulan:
   Saat kita akan menentukan ide pokok suatu paragraf dalam cerita atau artikel hal yang pertama kita lakukan ialah menentukan gagasan pokok atau kalimat utama pada tiap-tiap paragraf. Dari gagasn pokok tersebut kita dapat menentukan ide pokok paragraf atau pikiran utama dari tiap-tiap paragraf, dan dapat pula kita membuat ringkasan cerita dari gagasan pokok  tersebut.


Sumber : http://mbaisus.blogspot.com/2011/03/ide-pokok-paragraf.html

Kamis, 07 November 2013

KALIMAT EFEKTIF




A. Pengertian Kalimat Efektif


          Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya di dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

B. Hal-Hal yang Berhubungan Dengan Kalimat Efektif


Hal yang berhubungan dengan kalimat efektif adalah Alinea. Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat .
Alinea merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.

Syarat-syarat pembentukan Alinea :

1. Kesatuan: Semua kalimat yang mendukung alinea secara bersama-sama mendukung sebuah ide.
2. Koherensi: Saling berhubungan sebuah kalimat dengan kalimat lainnya yang membentuk sebuah alinea.
3. Pengembangan: Sebuah alinea memiliki pengembangan gagasan/ide dengan menggunakan kalimat pendukung.
4. Efektif: Dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.

Pola Pengembangan Alinea :

a. Alinea deduktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat.
b. Alinea induktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat.
c. Alinea campuran : Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir.
d. Alinea diskriptif : Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.

Disetiap alinea pasti ada kalimat yang saling berhubungan dengan kalimat lainnya. Maka pada saat melakukan penulisan, kita harus memiliki dua buah kalimat penting yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas.

-Kalimat Utama

Biasanya kalimat utama diletakkan pada awal kalimat, tetapi kalimat utama bisa diletakkan ditengah maupun diakhir kalimat. Kalimat utama adalah kalimat inti dari sebuah gagasan yang berisi sebuah pernyataan dan akan dijelaskan oleh kalimat penjelas.

-Kalimat Penjelas

Kalimat Penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan ide dari kalimat utama suatu paragraph.

·         Jenis-jenis alinea berdasarkan letak ide pokok

Ide Pokok memiliki berbagai ciri-ciri. Ciri-ciri Ide Pokok antara lain sebagai berikut:

a.Berupa pikiran utama atau gagasan utama.
b.Mengandung pokok persoalan atau inti persoalan.
c.Letak ide pokok di awal paragraf(deduktif),akhir paragraf(induktif),awal dan akhir paragraf(deduktif-induktif),dan menyebar diseluruh kalmat(paragraf narasi dan deskripsi).
d.Dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama atau kalimat topik.
e.Ide pokok dituangkan dalam satu kalimat dan kalimat tersebut disebut juga kalimat utama.
f.Biasanya kalimat utama dapat diidentifikasi dengan mudah.Kata kunci yang menunjukan

kalimat utama antara lain sebagai berikut:

~ Sebagai kesimpulan……, ~ Dengan demikian……,
~ Yang penting………., ~ Intinya………,
~ Jadi………., ~ Pokoknya………,

Berikut adalah macam macam paragraf menurut letak kalimat utamanya

Macam macam paragraf menurut letak atau keberadaan kalimat utamnya antara lain sebagai berikut:

A.Paragraf Deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf.Gagasan utamaatau pokok persoalan paragraf itu dinyatakan dalam kalimat pertama.Kemudian disusul dengan kalimat-kalimat penjelas.

Contoh:

Satu satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi sektor sektor di bidang pertanian. Misalnya,perikanan masih meningkat cukup mengesankan,yaitu 6,65 persen;demikian pula perkebunan ,yang meningkat 6,46 persen.Secara Umum,konstribusi dar sektor sektor pertanian terhadap produk domestik bruto(PDB)meningkat 18,07 persen menjadi 18,04 persen.Padahal selama 30 tahun terakhir,pangsa sektor pertanian meroso dara tahun ke tahun.

B.Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.Mula mula dikemukakan fakta fakta ataupun uraian uraian.Kemudian dari fakta fakta itu penulis menggeneralisasikannya ke dalam sebuah kalimat.

Contoh:

Baik di Indonesia maupun di negaranya sendiri,shin-chan tidak dianggap sebagai role model yang baik buat anak anak.Protes pun bermunculan.Ruang surat pembaca di koran koran dipenuhi dengan keberatan para orang tua terhadap komik yang laris manis itu.Umunya surat itu datang dari kalangan ibu.Menurut mereka dalam suratnya,kelakuan shin-chan diikuti oleh anak anak. Shin-chan,dimata para orang tua di indonesia,adalah setan kecil penebar virus.
Paragraf diatas dengan jelas mengungkapkan gagasan bahwa Shin-chan merupakan komik yang menebarkan pengaruh yang berbahaya.Karena dalam paragraf tersebut dikatakan bahwa shin-chan merupakan setan kecil penebar virus.

C. Paragraf Campuran(Deduktif-Induktif) adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan terakhir.Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama.Kalimat terakhir umunya mengulangi gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit tekanan atau variasi.

Contoh:

Saya berkeyakinan kalau Indonesia menfokuskan diri pada sektor agrobisnis,tidak ada negara lain yang mampu menandingi kita. Agar reformasi tersebut dapat terjadi,yang over valued harus dihindari.Memang,krisis ekonomi yang sedang berlangsung telah mengoreksi nilai tukar kita.Dalam hal ini,pemerintah tidak perlu memaksa rupiah menguat,tetapi biarkan mekanisme pasar menemukan keseimbangannya.Yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan diri terhadap nilai tukar yang ada dengan mendorong industri industri yang mampu survive pada nilai tukat yang ada dengan agrobisnis.Bagi sektor Agrobisnis,semakin melemah rupiah asal stabil.akan semakin baik.

C. Contoh Kalimat


1. Kesepadanan

Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

Contoh:

Amara pergi ke sekolah, kemudian Amara pergi ke rumah temannya untuk belajar. (tidak efektif)

Amara pergi ke sekolah, kemudian kerumah temannya untuk belajar. (efektif)

2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata

Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)

Contoh:

Mahasiswi perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (tidak efektif)

Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah. (efektif)

3.Kehematan

Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Contoh:

Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar di rumahku. (tidak efektif)

Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)

4. Kelogisan

Bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)

Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)

5.Kesatuan atau Kepaduan

Maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

Contoh:

Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)

Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)

6. Keparalelan atau Kesejajaran

Adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Contoh:

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)

Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)

Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)


Sumber :